David Seaman

David Andrew Seaman (lahir di Rotherham, Inggris, 19 September 1963; umur 52 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah membela klub utamanya seperti Peterborough United, Birmingham City, Queens Park Rangers, Arsenal, dan Manchester City.

david-seaman_1835320a

Mau baca David Seamen Biographi lebih lanjut? Yuk kunjungi http://centurionfootball.com/

Ia pensiun karena peristiwa naas yang menimpanya yaitu cedera bahu yang tidak bisa sembuh saat membela Manchester City. Ia mendapat gelar kebangsawanan MBE pada tahun 1997 atas keberhasilannya menjadi penjaga gawang terbaik yang pernah membela Timnas sepak bola Inggris.

Di timnas Inggris, dia bermain 75 kali. Gosip bola dan berita bola

Robert Pirès Biographi

Robert Emanuel Pirès (lahir di Reims, Perancis, 29 Oktober 1973; umur 42 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Perancis yang kini membela klub Aston Villa F.C.. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti FC Metz, Marseille, dan Arsenal.

Di timnas Perancis, dia bermain 79 kali dan mencetak 14 gol.

Pires telah mempersembahkan gelar Piala Dunia 1998, Euro 2000 dan Piala Konfederasi, bersama timnas Prancis. Terakhir kali ia bermain untuk timnas Prancis yakni pada tahun 2004.

luka

Di level klub, Pires menikmati kesuksesan bersama Arsenal antara tahun 2000 hingga 2006. Pires juga turut meraih tiga gelar Piala FA, dua gelar Premier League, dan menjadi bagian saat Arsenal tidak terkalahkan pada musim 2003-2004.

Satu trofi yang tidak berhasil diraihnya adalah trofi Liga Champions, yang mana The Gunners harus mengakui kekalahan dari Barcelona pada tahun 2006. Pertandingan tersebut juga menjadi kali terakhir baginya berseragam Arsenal sebelum melanjutkan karirnya bersama Villarreal.

Saat itu Pires diganti di awal babak pertama setelah kiper Jens Lehmann mendapat kartu merah dalam laga final tersebut.

Pada bulan Februari 2016, Pires memutuskan pensiun setelah dilepas oleh klub India Super League, Goa, pada bulan Maret 2015

Klub
Metz
Coupe de la Ligue: 1995–96
Arsenal
FA Premier League: 2001–02, 2003–04
FA Cup: 2001–02, 2002–03, 2004–05
FA Community Shield: 2002, 2004
Internasional
Piala Dunia: 1998
UEFA Euro: 2000
FIFA Confederations Cup: 2001, 2003
Individu
Ligue 1 Young Player of the Year: 1995–96
FWA Footballer of the Year: 2001–02
PFA Team of the Year: 2001–02, 2002–03, 2003–04
FA Premier League Player of the Month: February 2003
2001 FIFA Confederations Cup Golden Ball
FIFA 100

Sylvain Wiltord Biographi

Sylvain Wiltord (lahir di Neuilly-sur-Marne, 10 Mei 1974; umur 41 tahun) adalah mantan penyerang Perancis. Ia berdarah Guadeloupe . Ia juga masuk skuat Perancis di Euro 2000, Piala Dunia 2002, Euro 2004 dan Piala Dunia 2006. Wiltord memenangkan Euro 2000 bersama rekan-rekannya di timnas Perancis.

wiltord

Klub

Bordeaux
  • Ligue 1: 1998-99

Arsenal

  • FA Premier League (2): 2001-02, 2003-04
  • FA Cup (2): 2002, 2003
  • FA Community Shield: 2002
  • Lyon
  • Ligue 1 (3): 2004-05, 2005-06, 2006-07

Internasional

Piala Euro: 2000
FIFA Confederations Cup (2): 2001, 2003

Individu

  • French Ligue 1 Top Scorer: 1998–99
  • French Footballer of the Year: 1999
  • FIFA Confederations Cup Top Scorer: 2001
  • Premier League Goal of the Month: Agustus 2002
  • Premier League Player of the Month: Agustus 2002

Patrick Vieira Biographi

Patrick Vieira (lahir di Dakar, Senegal, 23 Juni 1976; umur 39 tahun)[2] adalah mantan pemain sepak bola Perancis keturunan Senegal yang berposisi sebagai gelandang.

Ia dikenal mempunyai operan bola yang hebat serta fisik yang kuat, namanya mulai dikenal sejak memperkuat Arsenal di Liga Utama Inggris. Arsenal ia bawa menjadi juara Liga Utama 3 kali (1997-98, 2001-02, 2003-04) dan Piala FA 4 kali (1998, 2002, 2003, 2005). Saat Tony Adams memutuskan untuk pensiun pada tahun 2002, Vieira menggantikannya sebagai kapten Arsenal. Setelah meninggalkan Arsenal pada tahun 2005, ia menghabiskan satu musim di Juventus sebelum bergabung dengan Internazionale pada tahun 2006, menyusul didegradasikannya Juventus ke Serie B karena terlibat skandal pengaturan pertandingan.

Vieira-Arsenal-Invincibles-523867

Ia dipanggil ke tim nasional untuk pertama kalinya pada tahun 1997, Vieira telah memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 bersama Perancis. Ia telah 107 kali memperkuat Perancis dan mencetak 6 gol.

Biografi

Tak Lupa Akar Afrika

Seperti beberapa anggota skuat Les Bleus masa kini, Patrick Vieira juga tidak lahir di daratan Eropa. Ia lahir di Dakar, Senegal, dan bersama abangnya mesti menemani sang ibu, Emilienne, menyeberang ke Perancis di usia delapan tahun.

Tak jelas di mana sang ayah berada ketika itu. Vieira sendiri mengaku tak pernah mengenal papanya. “Ini bagian dalam hidupku yang enggan aku bahas,” katanya dalam sebuah wawancara di harian The Guardian.

Keluarga imigran ini lantas menempati rumah susun di Trappes, di pinggir kota Paris, dekat Versailles. Pada masa-masa itu, kondisi di sekitar kediaman Vieira masih cukup damai. Tak seperti saat ini di mana sering terjadi kekerasan, khususnya yang berbau Sara.

Di sinilah dia mulai mengembangkan bakatnya di sepak bola. Dua musim bersama Cannes (1993-1995), Vieira dilirik AC Milan. Sayang, ia tak berkembang bersama klub raksasa Italia itu dan hanya tampil dalam dua gim pada musim 1995/96.

Namanya mulai melambung sejak direkrut Arsene Wenger pada awal musim 1996/1997. Dunia pun pada akhirnya menjadi saksi terjadinya metamorfosis seorang imigran Afrika.

Dari seorang bocah pendiam yang dibesarkan oleh orangtua tunggal, Vieira menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia serta bergelimang gelar bersama Arsenal dan timnas Prancis. Sejak tahun 2000, klub-klub kaya seperti Real Madrid, Juventus, Manchester United mencoba menggaetnya.

Meski kadar kebintangannya semakin tinggi, Vieira tak pernah melupakan akarnya. Bersama mantan pemain Prancis seperti kiper Bernard Lama dan Jimmy Adjovi Boco mereka berinisiatif mendirikan Diambars Institute (‘Diambars’ dalam dialek Wolof, Senegal, berarti ‘pejuang’), yakni semacam akademi sepak bola modern yang tak hanya melatih anak-anak Afrika menjadi atlet sepak bola, tapi juga menyediakan kegiatan belajar-mengajar formal di dalam kelas.

Tanggal 24 Mei 2003, Vieira kembali ke negeri leluhurnya untuk pertama kali setelah 18 tahun dalam acara peletakan batu pertama institut tersebut di Saly, Senegal.

Ia berkata :

“ Identitas Afrikaku terasa makin penting. ”
“ Saat meninggalkan Senegal pertama kali agak sukar untuk membiasakan diri dengan Paris. Masih untung bahasanya sama. ”
“Anda terpaksa meninggalkan semua keluarga, teman, semua yang biasa Anda ketahui, budaya Afrika, dan seluruh jalan hidup Anda. Anda tak tahu hendak ke mana. Tapi, itu membuat kita belajar tentang diri sendiri. Anda belajar untuk menjadi kuat,” kenangnya.

“Penting bagiku untuk kembali berhubungan dengan Senegal, balik ke sana dan memulai sebuah proyek. Ini proyek yang kuimpikan sejak lama. Aku ingin mendarmabaktikan sesuatu buat negeri ini dan menggunakan sepak bola–semua orang suka sepak bola di sana–sebagai cara untuk memberi pendidikan kepada anak-anak. Mereka harus belajar bahwa hanya kerja keras yang dapat menuntun kepada kesuksesan.”, begitu katanya.

Menurut Vieira, pada awalnya ada siswa Diambars yang bahkan tak bisa baca-tulis. “Namun, sekarang sudah ada kemajuan. Mereka dapat membaca buku dan menulis berbagai kisah, sesudah itu berlatih sepak bola,” lanjutnya.

Ia berujar “Kami selalu bilang sangat sulit menjadi pesepak bola profesional. Mungkin hanya satu atau dua anak yang benar-benar akan sukses. Di sini pendidikan jadi penting. Kami membayari mereka untuk melanjutkan kuliah di universitas di Eropa. Sesudah itu mereka bisa balik ke Senegal, menjalankan bisnis dan menyongsong masa depan yang lebih cerah,” begitu cetusnya.

Thierry Henry Biographi

Thierry Daniel Henry (IPA: [tjɛ’ʀi ɑ̃’ʀi], lahir 17 Agustus 1977; umur 38 tahun) adalah mantan pemain sepak bola Perancis yang bermain di posisi penyerang.

Henry lahir dan tumbuh di Paris dan sejak muda memperlihatkan kemampuan yang sangat potensial. Dia ditemukan oleh AS Monaco pada tahun 1990 dan kemudian langsung bergabung, melakukan debut profesionalnya pada tahun 1994. Pada tahun 1998 Henry dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional Perancis, kemudian dia pindah ke klub Italia Juventus. Pada tahun 1999 Henry bergabung dengan klub Britania Raya Arsenal dengan harga 10,5 juta Pound sterling.

Thierry-Henry-001

Di Arsenal Henry menjadi terkenal sebagai pemain kelas dunia. Walaupun awalnya mengalami kesulitan di Liga Inggris, Henry tetap bisa muncul sebagai pencetak gol terbanyak hampir setiap musim. Dibawah mentor dan pelatihnya, Arsène Wenger, Henry menjadi penyerang yang sangat terkenal dan pencetak gol terbanyak di Arsenal, dengan 226 gol. Bersama The Gunners, Henry dua kali memenangkan Liga Inggris dan tiga Piala FA, dua kali dinominasikan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA, dua kali menjadi PFA Players’ Player of the Year dan tiga kali menjadi Football Writers’ Association Footballer of the Year. Henry menghabiskan dua musim terakhirnya dengan Arsenal sebagai kapten, dan berhasil memimpin klubnya ke final UEFA Champions League. Pada Juni 2007, setelah delapan tahun di Arsenal, Henry pindah ke FC Barcelona dengan biaya transfer sebesan £16,1 juta.

Henry juga mendapatkan sukses yang serupa di tim nasional Perancis, dengan memenangkan Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Pada Oktober 2007, Henry melewati rekor Michel Platini dengan menjadi pencetak gol terbanyak Perancis. Di luar lapangan, dilatarbelakangi pengalaman pribadinya, Henry aktif menjadi juru bicara anti rasisme di sepak bola. Kesuksesannya membuat Henry menjadi salah satu pemain sepakbola yang paling menjual; Henry sering tampil dalam iklan untuk Nike, Reebok, Renault, dan Gillette.

Henry mengambil keputusan untuk pensiun dari sepak bola pada Desember 2014 di klub New York Red Bulls.